Album baru Coheed And Cambria euy!!!

October 17th, 2007 by hatesaturday



 

NO WORLD FOR TOMORROW IS IN STORES OCT 23rd BUT YOU CAN PRE-ORDER IT NOW!
Our
new record, "No World For Tomorrow" is in stores October 23rd, but you
can order it RIGHT NOW. The album will come in 3 formats!
1. NWFT "Deluxe Edition"
- includes a bonus dvd feature a 24-minute documentary feature on "The
Making of NWFT", with interviews and amazing footage from inside the
studio while this album was being birthed; Five (5) never-before-heard
ORIGINAL ACOUSTIC DEMOS (Claudio’s first audio sketches of the songs);
plus over 50 photos from recent tours. It also comes with a beautiful
16 page lyric booklet filled with scenes from "the story", painted by
legendary artist Ken Kelly, and all comes in a beautifully designed
4-panel digi-pack.
2. NWFT - "stripped" version" - A cd and a slip sleeve cover - No lyrics, no dvd, low, low price.
3. NWFT - "double gatefold vinyl"
- featuring beautifully big art by Ken Kelly, with 2 lps pressed on 180
gram vinyl, with etched artwork on side 4! - The vinyl release will
also include a free digital download of NWFT!
MERCH NOW PREORDER:
Merch Now Is offering an exclusive T-shirt/cd combo deal (This shirt is only available through the pre-sale)
Click to Purchase from Merch Now:
Merchnow.com
NEWBURY COMICS PREORDER:
Pre-Order NWFT at Newbury Comics and get a special Limited Edition Pint Glass!
The Coheed and Cambria
pint glass is a Limited Edition (There will only be 1000 made), and it
will be available in Newbury Comics stores on Tuesday, October 23rd. If
you want to be sure you get one, order here on newburycomics.com

SMARTPUNK PRE-ORDER:

Pre-Order from Smartpunk.com and get a free Coheed and Cambria magnet only at Smartpunk.com

NEW SONG POSTED ON OUR MYSPACE PAGE!
We’re
excited to announce to you that we’ve released another song from No
World For Tomorrow. Check out Gravemakers & Gunslingers ONLY on our
Myspace Page!
www.myspace.com/coheedandcambria

EXCLUSIVE BEHIND THE SCENES VIDEO #2 NOW UP AT PUREVOLUME!
Check it out! Behind the Scenes in Colombia: http://www.purevolume.com/videos/coheedandcambria/headingtocolombia

VOTE FOR "THE RUNNING FREE" VIDEO ON FUSE’S OVEN FRESH
CLICK HERE TO VOTE

K-ROCK PRESENTS THE CREEPSHOW WITH COHEED AND CAMBRIA!!
Thank you New York! This show sold out in a seconds! The only way to get into this show now is listening to KROCK to win!

Creepshow07-big.jpg
GO TO THIS LINK TO LISTEN TO THE ANNOUNCEMENT: Listen Here
Oct 25th at Blender Theatre at Gramercy Doors: 7PM
More Info:
http://923krock.com/pages/1057368.php

COHEED ON FACEBOOK

Check out our new and improved
Facebook page. If you are on Facebook,
make sure to add the ilike application and add us! The Running Free is
now up and streaming so you can add it to your page and dedicate it to
friends! What no Facebook page? What are you waiting for! Go to Facebook.com now to sign up.
Coheed on iLike:
http://ilike.com/artist/Coheed+and+Cambria
Coheed on Facebook:
http://apps.facebook.com/ilike/artist/Coheed+and+Cambria
And if you already have the iLike application, simply click this banner to add us:
iLike Coheed and Cambria

CLAUDIO AT SAM ASH ON OCT 15TH!

coheed-and-cambria-468x60.gif

Claudio and our friends at Vox will be at Sam Ash Music in Carle Place, NY on Monday, Oct 15th. Claudio will be signing and hanging out from 7-8:30PM and Vox will be doing some giveaways!
Location: Sam Ash Music 385 Old Country Road Carle Place, NY 11514

CHECK OUT "THE RUNNING FREE" VIDEO

Have you seen the new video for "The Running Free"? WATCH IT HERE!
AND CHECK OUT THE NEW COHEED AND CAMBRIA CHANNEL ON YOUTUBE!
http://www.youtube.com/coheedandcambriatv

TOURDATES

NYC- A Benefit To Help End Alzheimers
Fri/Oct-19 New York, NY - Highline Ballroom - SOLD OUT

NYC - The K-ROCK Creepshow
Thu/Oct-25 New York, NY - Blender Theatre @ Gramercy - SOLD OUT

Voodoo Music Experience
Sat/Oct-27 New Orleans, LA - Voodoo Music Festival - Tickets

coheed_clutch_tiny.jpg

w/ Clutch & The Fall of Troy
Mon/Oct-29 Toronto, ON - Kool Haus -
Tickets
Tue/Oct-30 Cleveland, OH - House of Blues -
Tickets
Wed/Oct-31 Cleveland, OH - House of Blues - Tickets
Thu/Nov-01 Detroit, MI - The Fillmore - Tickets
Fri/Nov-02 Chicago, IL - The Riviera - Tickets
Tue/Nov-06 Denver, CO - The Fillmore - Tickets
Wed/Nov-07 Salt Lake City, UT - Salt Air - Tickets
Fri/Nov-09 San Francisco, CA - Warfield -
Tickets
Sat/Nov-10 San Diego, CA - SOMA - Tickets
Sun/Nov-11 Los Angeles, CA - Wiltern LG - Tickets

w/ The Fall of Troy
Mon/Nov-12 Bakersfield, CA - The Dome -
Tickets

w/ Clutch & The Fall of Troy
Tue/Nov-13 Phoenix, AZ - Marquee Theatre -
Tickets
Thu/Nov-15 Dallas, TX - House of Blues - Tickets
Fri/Nov-16 Houston, TX - Warehouse Live - Tickets
Sat/Nov-17 Austin, TX - Waterloo Park - Tickets
Mon/Nov-19 Orlando, FL - House of Blues - Tickets
Tue/Nov-20 Atlanta, GA - Tabernacle - Tickets
Wed/Nov-21 Myrtle Beach, SC - House of Blues - Tickets
Fri/Nov-23 Winston-Salem, NC - Millenium Center - Tickets
Sat/Nov-24 Norfolk, VA - NorVa - Tickets
Sun/Nov-25 Washington, DC - 9:30 Club - SOLD OUT
Tue/Nov-27 Worcester, MA - Palladium -
Tickets
Wed/Nov-28 Philadelphia, PA - Electric Factory - Tickets

97X Tampa Radio Show
Sunday Dec 2nd Tampa, FL - Ford Amphitheatre -
Tickets

————————

www.coheedandcambria.com





Sebuah Lagu = Pembantaian???

September 16th, 2007 by hatesaturday

Tulisan ini sebenernya saya dapet dari sini, cuma mau sharing aja, buat angkatan 80-90an yang belum tau sejarahnya..biar tahu aja, dan hanya sekedar tau aja yah…


Ada yang tahu lagu Genjer-Genjer? Di tahun 1965, lagu ini begitu ‘populer’.
Tapi bukan karena menduduki tangga lagu teratas dan dinyanyikan banyak
orang, melainkan sebaliknya, justru karena diharamkan untuk dinyanyikan
oleh penguasa Orde Baru, dengan alasan memuat ajaran komunis.
ini
adalah lirik lagu Genjer Genjer Ciptaan M. Arif dan dipopulerkan oleh
Bing Slamet dan beberapa penyanyi terkenal lainnya di jaman 60an.

Gendjer-gendjer nong kedo’an pating keleler
Gendjer-gendjer nong kedo’an pating keleler
Emake thole teko-teko mbubuti gendjer
Emake thole teko-teko mbubuti gendjer
Oleh satenong mungkur sedot sing toleh-toleh
Gendjer-gendjer saiki wis digowo mulih

Gendjer-gendjer esuk-esuk digowo neng pasar
Gendjer-gendjer esuk-esuk digowo neng pasar
Didjejer-djejer diuntingi podo didasar
Didjejer-djejer diuntingi podo didasar
Emake djebeng podo tuku gowo welasar
Gendjer-gendjer saiki wis arep diolah

Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
Gendjer-gendjer mlebu kendil wedange umob
Setengah mateng dientas digawe iwak
Setengah mateng dientas digawe iwak
Sega sa piring sambel penjel ndok ngamben
Gendjer-gendjer dipangan musuhe sega

artinya :

Genjer-genjer tumbuh liar di selokan
Ibu datang mencabut genjer
Dapat sekarung lebih tanpa ragu
Genjer-genjer sekarang bisa dibawa pulang

Genjer-genjer pagi2 dibawa ke pasar
Dijajar dan dibeberkan di lantai
Si Ibu beli genjer ditaruh di tas
Genjer-genjer sekarang akan diolah

Genjer-genjer dimasukkan ke panci air panas
Setengah matang ditiriskan untuk lauk
Nasi sepiring sambal di tempat tidur
Genjer-genjer dimakan dengan nasi

download lagunya di sini…

Sebelum
pendudukan tentara Jepang pada tahun 1942, wilayah Kabupaten Banyuwangi
termasuk wilayah yang secara ekonomi tak kekurangan. Apalagi ditunjang
dengan kondisi alamnya yang subur. Namun saat pendudukan Jepang di
Hindia Belanda pada tahun 1942, kondisi Banyuwangi sebagai wilayah yang
surplus makanan berubah sebaliknya. Karena begitu kurangnya bahan
makanan, sampai-sampai masyarakat harus mengolah daun genjer
(limnocharis flava) di sungai yang sebelumnya oleh masyarakat dianggap
sebagai tanaman pengganggu.

Situasi sosial semacam itulah yang
menjadi inspirasi bagi Muhammad Arief, seorang seniman Banyuwangi kala
itu untuk menciptakan lagu genjer-genjer. Digambar oleh M. Arif bahwa
akibat kolonialisasi, masyarakat Banyuwangi hidup dalam kondisi
kemiskinan yang luar biasa sehingga harus makan daun genjer. Kisah itu
tampak dalam sebait lagu genjer-genjer di atas.

Seiring dengan
perkembangan waktu dan Indonesia mencapai kemerdekaan, Muhammad Arief
sebagai pencipta lagu genjer-genjer bergabung dengan Lembaga Kebudayaan
Rakyat (Lekra) yang memiliki hubungan ideologis dengan Partai Komunis
Indonesia
. Maka lagu ini pun segera menjadi lagu populer pada masa itu,
bahkan dalam pernyataannya kepada penulis, Haji Andang CY seniman
sekaligus teman akrab M. Arief di Lekra serta Hasnan Singodimayan,
sesepuh seniman Banyuwangi menyebutkan bahwa lagu genjer-genjer menjadi
lagu populer di era tahun 1960-an, di mana Bing Slamet dan Lilis
Suryani penyanyi beken waktu itu juga gemar menyanyikannya dan sempat
masuk piringan hitam.

Kedekatan lagu genjer-genjer dengan
tokoh-tokoh Lekra dan komunis memang tak dapat dipungkiri. Bahkan dalam
sebuah perjalanan menuju Denpasar, Bali pada tahun 1962, Njoto seorang
seniman Lekra dan juga tokoh PKI sangat kesengsem dengan lagu
genjer-genjer. Waktu itu Njoto memang singgah di Banyuwangi dan oleh
seniman Lekra diberikan suguhan lagu genjer-genjer. Tatkala
mendengarkan lagu genjer-genjer itu, naluri musikalitas Njoto segera
berbicara. Ia segera memprediksikan bahwa lagu genjer-genjer akan
segera meluas dan menjadi lagu nasional. Ucapan Njoto segera menjadi
kenyataan, tatkala lagu genjer-genjer menjadi lagu hits yang berulang
kali ditayangkan oleh TVRI dan diputar di RRI (Lihat Jurnal Srinthil
Vol. 3 tahun 2003).

*Fobia Genjer-genjer*

Entah apa yang
salah dengan genjer-genjer sebagai sebuah produk kebudayaan? Selepas
PKI dan orang-orang PKI, berikut anak cucunya dihancurkan oleh Orde Baru, tak terkecuali pula lagu genjer-genjer yang sebenarnya adalah
lagu yang menggambarkan potret masyarakat pada zaman pendudukan Jepang.
Mungkin stereotype lagu genjer-genjer menjadi lagu komunis dan patut
dihancurkan muncul atas beberapa faktor. Pertama, sejak awal lagu ini
berkembang dan dikreasi oleh kalangan komunis dan dikembangkan oleh
kalangan komunis pula. Walaupun pada perkembangannya pada era tahun
1960-an lagu ini tidak hanya digemari oleh kalangan komunis, tetapi
juga masyarakat secara luas. Namun Orde Baru menerapkan politik bumi
hangus, maka seluruh produk apa pun yang dilahirkan oleh orang-orang
komunis haram hukumnya dan patut dihabisi. Kedua, ketika peristiwa G 30
S tahun 1965 terjadi, Harian KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia)
mempelesetkan genjer-genjer menjadi jenderal-jenderal. Dalam catatan
pribadinya Hasan Singodimayan, seniman HSBI dan teman akrab M. Arief
menuliskan bahwa lagu "Genjer-genjer" telah dipelesetkan.


Jendral Jendral nyang ibukota pating keleler
Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral
Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh
Jendral Jendral saiki wes dicekeli

Jendral Jendral esuk-esuk pada disiksa
Dijejer ditaleni dan dipelosoro
Emake Gerwani, teko kabeh milu ngersoyo
Jendral Jendral maju terus dipateni

Akibat
penulisan lagu "Genjer-genjer" menjadi jenderal-jenderal, maka kian
kuatlah alasan Orde Baru untuk membumihanguskan lagu ini. Pada
perkembangannya, siapa pun yang tetap menyanyikan lagu ini akan
ditangkap oleh aparat keamanan, tentu dengan tuduhan komunis. Karena
larangan menyanyikan lagu genjer-genjer, maka beberapa seniman gandrung
di Banyuwangi juga dilarang untuk menyanyikan lagu genjer-genjer, dan
beberapa lagu dan gendhing yang memompa kesadaran politik massa rakyat.

Para
seniman gaek pada masa itu seperti Hasnan Singodimayan, dan Haji Andang
CY juga merasa heran dengan munculnya lirik lagu genjer-genjer yang
sedemikian mendeskreditkan petinggi-petinggi militer waktu itu. Namun
apalah kuasa orang-orang lemah waktu itu. Sudah jatuh tertimpa tangga
pula, mungkin itulah ungkapan yang patut untuk menggambarkan kondisi
seniman-seniman rakyat yang kebanyakan berafiliasi dengan Lekra.
Jangankan mengoreksi lagu genjer-genjer, menyelamatkan diri mereka saja
susah.

Layakkah lagu yang jelas2 adalah lagu daerah…sampai sekarang masih haram untuk diperdengarkan…karena dicap sebagai lagu PKI ?

Ada Search Engine Berhadiah TV Plasma Niih…

September 13th, 2007 by hatesaturday

Saya baca di detik.com ada search engine namanya Wabbadabba…cuman nyari2 info aja di situ, bisa dapet TV plasma lho..percayakah???coba aja browse ke sini…

Piracy Is Not A Crime

September 13th, 2007 by hatesaturday

“Beli Orisinil, bukan bajakan”. Kira kira seperti itulah yang sering
kita temui di cover cover kaset atau CD orisinil yang dijual di toko
kaset macam D**a S***a.

Bagi saya, saya tidak perlu mencari tau tindakan apa saja yang bisa
dikategorikan sebagai pembajakan. Tapi yang saya dapat ketahui dan
fahami adalah kegiatan kegiatan yang lazim dikategorikan sebagai
‘pembajakan’ itu, terutama pembajakan kaset dan CD dapat berguna bagi
kesegaran dan kemaslahatan jasmani rohani masyarakat Indonesia.
Contohnya: harga kaset yang mahal (20.000 rupiah) membuat kita tidak
bisa membeli keperluan sandang pangan kalau uangnya kita belikan kaset,
dengan membeli produk MP3 yang dikategorikan sebagai barang bajakan,
kita bisa menghemat uang, beli MP3 seharga 6.000 rupiah dapat lagu lagu
dari album baru dan lagi ngetrend, atau album album kenangan yang sudah
susah di temukan, ditambah lagi pengoprasiannya yang simpel, tinggal di
copy ke komputer atau MP3 player, kita dapat mendengarkan lagu lagu
yang kita sukai kapan saja. Sisa uang empatbelas ribu rupiah bisa kita
belikan bensin buat kendaraan bermotor kita, beli nasi bungkus, atau
mau di belikan camilan dan minuman ringan, atau di bawa ke warnet dan
kemudian mencari hal hal berguna seperti info jatuhnya Adam Air, atau
info banjir di Jakarta Daripada harus membeli kaset, apalagi beli CD
orisinil yang harganya bisa sampai 50.000 rupiah.

Sadar atau
tidak, para pembuat dan penjual MP3 bajakan telah banyak berjasa
menolong rakyat Indonesia untuk bisa melestarikan seni, terutama seni
musik, karena yang paling banyak dibajak adalah kaset dan CD. Tanpa
perlu mengeluarkan uang banyak, atau menabung dulu supaya bisa beli
kaset atau CD, mayarakat bisa menikmati karya karya seni anak bangsa
ataupuin karya seni orang luar negeri.

Kalau para orang orang
yang sering dikategorikan sebagai pelaku industri musik sering protes,
tolong introspeksi dulu. Kenapa anda anda sekalian para pelaku industri
musik harus menjual produk anda dengan harga mahal? Kenapa anda harus
ikut ikutan terjerumus dengan sistem kapitalisme dan imprealisme yang
menyengsarakan golongan menengah kebawah? Kenapa anda harus mengambil
keuntungan dengan merugikan pihak lain? Wajar kalau kemudian pihak lain
mengambil keuntungan dari anda dan merugikan anda.

Pelaku
industri musik akan berkata bahwa mereka ingin hak cipta mereka
dilindungi, kemudian para produser rekaman dan pemilik perusahaan
rekaman akan berkata bahwa mereka harus menutup ongkos produksi yang
mahal, belum lagi pajak yang dibayarkan dimuka kepada pemerintah.
Darimana mereka mendapat untung kalau bukan pasang harga yang mahal?.

Kalau
begitu, yang salah adalah pemerintah, kenapa pemerintah Indonesia tidak
bisa memberikan kesejahteraan pada rakyatnya sehingga harga harga kaset
dan CD terkategori sebagai mahal bagi sebagian besar masyarakat
Indonesia? Kenapa harus menarifkan pajak yang mahal kepada pelaku
industri musik sehingga mereka harus menutup biaya yang katanya biaya
produksi dengan memasang harga tinggi?. Buat apa pemerintah memasang
pajak tinggi kalau uangnya cuma memperkaya para koruptor, bukan
mensejahterakan kehidupan rakyat Indonesia? Seandainya saja para pelaku
industri musik itu tidak usah dikenai pajak, harga jual kaset dan CD
jadi murah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi beli barang bajakan,
bahkan tidak perlu lagi membajak produk orang lain.

Kalau saja
pemerintah Indonesia bisa menyediakan lapangan kerja, pendidikan
bermutu tinggi dan murah, takkan ada oknum yang disebut ‘pembajak’ itu.
Oknum yang dicap ‘pembajak’ itu mungkin akan lebih asyik dengan
pekerjaan tetapnya yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya ketimbang
membajak produk orang lain, kalau para pemuda dan sarjana tidak menjadi
pengangguran, mereka tak sempat lagi berfikir untuk menjadi pembajak,
lebih baik mereka mencari pekerjaan yang memang mudah didapat. Para
penjual CD bajakan juga tak perlu lagi berjualan kalau mereka punya
modal ilmu pengetahuan, ijasah, kemudian pekerjaan lain yang menanti
mereka ketimbang menjadi penjual barang bajakan Para musisi juga tak
perlu takut lagi untuk berkarya, karena mereka akan yakin bahwa hasil
karya mereka akan bisa dinikmati masyarakat tanpa harus dibajak.

Kalau
saja pemerintah mampu mensejahterakan kehidupan masyarakatnya, harga
kaset dan CD tidak akan dianggap mahal, kalau kekayaan negara ini
dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, yang imbasnya mencari duit
“Halal” menjadi lebih mudah ketimbang mencari duit yang ‘mengandung
lemak babi’, bukan seperti keadaan ekonomi sekarang ini, dimana mencari
rezeki yang ‘mengandung lemak babi’ saja susah, apalagi mencari rezeki
halal. Maka masyarakat akan lebih memilih untuk membeli barang orisinil
yang tentunya harganya terjangkau, dengan kualitas bagus pula.

Jadi
menurut saya, pemerintah memang harus bertanggung jawab sepenuhnya
terhadap maraknya pembajakan yang terjadi. Bukan hanya masalah
pembajakan yang akan terpecahkan jika apa yang saya bayangkan di atas
benar benar terjadi, yang namanya busung lapar, demam berdarah dan
berbagai penyakit jasmani lainnya akan dapat diminimalisasi, angka
kriminalitas pun tentunya akan berkurang, karena para pencopet dan
penjambret sudah dapat pekerjaan yang halal, para perampok dan penodong
sudah punya pendidikan cukup buat melamar pekerjaan yang memang banyak
tersedia, residivis yang keluar dari tahanan bisa memulai hidup baru
yang bersih dengan mendapat pekerjaan halal, tanpa harus berfikir
melakukan lagi tindakan kriminal yang akan mengirim mereka kembali ke
rumah tahanan. Dan masyarakat sedang asik menikmati lagu lagu indah,
lagu lagu cengeng atau pun lagu lagu keras tanpa sempat terfikir untuk
membeli barang bajakan.

Selama keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia belum terlaksana, pembajakan dan para pembajak akan
terus terjadi, dan selama itu pula para pembajak itu berfungsi sebagai
oknum yang turut mensejahterakan kehidupan bangsa, menolong rakyat
Indonesia yang konsumtif dan haus akan hiburan untuk dapat menikmati
hiburan murah meriah, sehingga mereka dan kegiatannya tidak bisa
dianggap sebagai kriminal. Apakah menyenangkan dan memuaskan orang lain
itu merupakan perbuatan yang melanggar hukum?

Lagi pula,
Rasulullah saja tidak pernah pasang tarif buat sabda sabda beliau yang
sangat berfaedah itu, pernahkah beliau melarang sabda beliau
diperdengarkan dan disebarkan kepada orang lain? Pernahkah beliau minta
agar setiap satu sabda beliau harus dibayarkan royalti dan pajaknya
dulu baru bisa didengar, dibaca, dipahami dan diresapi oleh orang lain?
Beliau juga setahu saya tidak pernah menentukan berapa harga jual
nasehat nasehat dan anjuran beliau, malah beliau akan senang bila
umatnya bisa mendengarkan dan mengetahuinya, beliau senang bila ada
yang menyebarkannnya, asal tetap mencantumkan sumbernya yaitu Nabi
Muhammad Rasulullah SAW, jangan membelokkan apalagi memutarbalikkan
fakta, bukan pula mengakuinya sebagai materi yang di ciptakan oleh si
penyebar.

Masa para seniman yang menjual karya yang kadang
kadang tidak mendidik dan tidak bermutu itu harus minta harga? Dan
kenapa juga pemerintah harus ikut ikutan memasang pajak buat mereka?
Biarkan saja mereka berkarya, pemerintah tak usah ikut menentukan
berapa harga jual karya mereka, apalagi turut mengambil, atau lebih
tepatnya merampok para seniman dengan yang namanya pajak dan akhirnya
masyarakat yang harus menanggung biaya yang katanya biaya produksi dan
royalti itu. Para seniman yang sekarang sudah kaya juga ga usah minta
para pembajak di basmi, lebih baik menciptakan karya yang berguna,
berfaedah, bermanfaat, nyaman dinikmati, atau karya yang mengkritisi
dan memberi saran buat pemerintah supaya bisa jadi pemerintahan yang
baik dan benar serta bebas Kura Kura Ninja. Dan kalau mau pasang harga,
jangan mahal mahal dong, anggap saja kami para penikmat karya anda
memberikan uang jasa buat anda yang sudah susah berkarya, jangan kami
di kenai harga yang kadang kadang bisa melebihi jatah belanja seminggu,
apalagi harga tiket konser yang kadang kadang lebih mahal dari gaji
sebulan, lebih baik kami hargai jasa anda yang telah menghibur kami
sesuai kerela’an kami, seikhlas dan semampu kami, dengan begitu anda
senang dan puas karya anda bisa diterima dan digemari masyarakat
(seperti yang sering dikemukan para seniman saat ditanya apa harapannya
terhadap karyanya), kami sebagai konsumen pun puas dan senang, bisa
dapat hiburan dan kesenangan dengan harga yang pas !

tulisan ini diculik dari sini…

Salam Pembajak!

Piracyholic_2